• Jumat, 5 Juni 2026

Banyumas Siapkan Wisata Kebangsaan Berisi Rumah Adat Se-Indonesia, Digadang Jadi Destinasi Edukasi dan Simbol Persatuan Bangsa

Photo Author
Pratama Widodo, Infobanjarnegara.com
- Kamis, 4 Juni 2026 | 20:35 WIB
Suasana diskusi interaktif yang melibatkan pengurus FPK Banyumas dan jajaran Bakesbangpol saat merumuskan pembentukan tim kecil, seperti yang terdokumentasi.
Suasana diskusi interaktif yang melibatkan pengurus FPK Banyumas dan jajaran Bakesbangpol saat merumuskan pembentukan tim kecil, seperti yang terdokumentasi.

BANYUMAS, INFOBANJARNEGARA.COM – Sebuah gagasan menarik tengah disiapkan di Kabupaten Banyumas. Bakesbangpol bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Banyumas mematangkan konsep pembangunan Wisata Kebangsaan yang akan menghadirkan replika rumah adat dari berbagai suku di Indonesia dalam satu kawasan.

Konsep tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Wisma Waskita Bakesbangpol Kabupaten Banyumas, Rabu (3/6/2026). Pertemuan dihadiri Ketua FPK Banyumas Umar Mohari, S.Pd., serta Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, dan Agama Bakesbangpol Banyumas, Raden Hermawan, S.Sos.

Destinasi yang direncanakan berada di kawasan Bale Kemambang atau Maskemambang, Purwokerto itu tidak hanya diproyeksikan menjadi tempat wisata baru, tetapi juga ruang edukasi budaya yang memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada masyarakat.

Menurut Raden Hermawan, pembangunan Wisata Kebangsaan merupakan upaya merawat nilai-nilai persatuan melalui pendekatan budaya yang lebih dekat dengan masyarakat.

"Selain menjadi destinasi wisata edukasi, tempat ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah sekaligus menjadi ruang untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia," ujarnya.

Melalui konsep tersebut, pengunjung nantinya dapat melihat berbagai replika rumah adat yang mewakili suku-suku di Indonesia. Kehadiran rumah adat dalam satu kawasan diharapkan menjadi simbol nyata harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.

Ketua FPK Banyumas, Umar Mohari, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan komitmen FPK untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mewujudkan proyek yang dinilai memiliki nilai strategis bagi masyarakat.

Menurutnya, Wisata Kebangsaan bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga investasi sosial untuk memperkuat rasa persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi semua kalangan.

"Kami ingin Banyumas menjadi rumah yang aman, damai, dan ramah budaya bagi siapa saja. Dengan saling mengenal budaya satu sama lain, persatuan akan semakin kuat," kata Umar.

Sebagai tindak lanjut, rapat tersebut juga menghasilkan pembentukan tim kecil yang akan menyusun proposal teknis serta melakukan konsultasi dan audiensi lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Forum Pembauran Kebangsaan sendiri merupakan wadah yang berperan menjembatani komunikasi dan kerja sama antar-etnis, suku, dan budaya di Banyumas. Melalui berbagai program yang dijalankan, FPK berupaya menjadikan Banyumas sebagai kabupaten yang terbuka, inklusif, dan menjadi rumah kolaborasi budaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Jika terealisasi, Wisata Kebangsaan di Maskemambang berpotensi menjadi salah satu destinasi unik di Jawa Tengah yang tidak hanya menawarkan wisata, tetapi juga mengajak pengunjung belajar tentang keberagaman dan semangat persatuan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Pratama Widodo

Tags

Terkini

X