hasanah

13 Tahun Menabung dari Jualan Bubur Kacang Ijo, Heru Santosa Asal Banjarnegara Akhirnya Wujudkan Impian Berhaji ke Tanah Suci

Kamis, 4 Juni 2026 | 14:21 WIB
Heru Santosa bersama istrinya saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Pasangan asal Banjarnegara ini berhasil mewujudkan impian berhaji setelah menabung dari hasil berjualan bubur.(Doc. Pak Heru) (Widodo)

BANJARNEGARA, INFOBANJARNEGARA.COM – Kesabaran, kerja keras, dan doa yang tak pernah putus akhirnya mengantarkan Heru Santosa, seorang penjual bubur kacang ijo asal Banjarnegara, menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2026.


Selama lebih dari satu dekade, Heru menjalani rutinitas yang sama. Sejak usai salat Subuh, ia mendorong gerobak bubur kacang ijo miliknya menyusuri jalanan Banjarnegara untuk mencari nafkah. Dari hasil berjualan itulah, sedikit demi sedikit ia menyisihkan penghasilannya untuk mewujudkan impian berhaji.


Perjalanan menuju Baitullah bukanlah hal mudah bagi Heru. Dengan penghasilan yang pas-pasan, ia tetap berkomitmen menyisihkan sebagian uang hasil jualannya setiap hari. Terkadang hanya beberapa ribu rupiah, bahkan ada hari-hari ketika ia tidak dapat menabung sama sekali karena kebutuhan keluarga yang mendesak.


Namun keterbatasan ekonomi tidak pernah mematahkan semangatnya. Bersama sang istri, ia terus berikhtiar dan memanjatkan doa agar suatu hari mendapatkan kesempatan menjadi tamu Allah.


Tahun demi tahun berlalu. Berbagai tantangan hidup datang silih berganti, mulai dari kondisi usaha yang naik turun hingga kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi. Meski demikian, cita-cita menunaikan ibadah haji tetap ia jaga dalam hati.


Kesabaran panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada musim haji tahun 2026, Heru dan istrinya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci sebagai jamaah haji asal Kabupaten Banjarnegara.


Momen keberangkatan tersebut menjadi bukti bahwa impian besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, kesungguhan, dan keyakinan yang kuat. Kisah Heru juga menjadi inspirasi bahwa ibadah haji bukan semata-mata soal kemampuan ekonomi, tetapi juga tentang kesabaran dalam berikhtiar dan menanti panggilan Allah SWT.
Kini, setelah bertahun-tahun mengayuh mimpi dari balik gerobak bubur kacang ijo, Heru Santosa akhirnya dapat menapakkan kaki di Tanah Suci bersama sang istri. Sebuah perjalanan yang lahir dari tabungan sederhana, namun dipenuhi harapan dan doa yang tak pernah berhenti dipanjatkan.

Tags

Terkini